Sejarah Cina
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini berisi tentang sejarah Cina sebelum 1 Oktober 1949 .Untuk sejarah daratan Cina modern, lihat Sejarah Republik Rakyat Cina.
Sejarah Cina adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Cina telah didiami oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu. Peradaban Cina berawal dari berbagai negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum. Sejarah tertulis Cina dimulai sejak Dinasti Shang (k. 1750 SM - 1045 SM).
[1] Cangkang kura-kura dengan tulisan Cina kuno yang berasal dari Dinasti Shang memiliki penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM.[2] Budaya, sastra, dan filsafat Cina berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1045 SM hingga 256 SM) yang melanjutkan Dinasti Shang. Dinasti ini merupakan dinasti yang paling lama berkuasa dan pada zaman dinasti inilah tulisan Cina modern mulai berkembang.
Dinasti Zhou terpecah menjadi beberapa negara kota, yang menciptakan Periode Negara Perang. Pada tahun 221 SM, Qin Shi Huang menyatukan berbagai kerajaan ini dan mendirikan kekaisaran pertama Cina. Pergantian dinasti dalam sejarah Cina telah mengembangkan suatu sistem birokrasi yang memungkinkan Kaisar Cina memiliki kendali langsung terhadap wilayah yang luas.
Pandangan konvensional terhadap sejarah Cina adalah bahwa Cina merupakan suatu negara yang mengalami pergantian antara periode persatuan dan perpecahan politis yang kadang-kadang dikuasai oleh orang-orang asing, yang sebagian besar terasimiliasi ke dalam populasi Suku Han. Pengaruh budaya dan politik dari berbagai wilayah di Asia, yang dibawa oleh gelombang imigrasi, ekspansi, dan asimilasi yang bergantian, menyatu untuk membentuk budaya Cina modern..
Minggu, 31 Mei 2009
China
Selasa, 26 Mei 2009
Newcastle

Newcastle Tak Cukup Bagus
AFP/Adrian Dennis
Menangisi Degradasi
Birmingham - Bahkan seorang Alan Shearer pun tak bisa menyelamatkan Newcastle United. Bila The Magpies harus terjun ke Championship Division, maka itu karena mereka tak cukup bagus.
Degradasi. Itulah kesimpulan akhir dari perjalanan Newcastle di musim 2008-09. Kekalahan 0-1 di tangan Aston Villa membuat The Tyneside untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir harus turun kasta.
"Jujur saja, ini adalah perasaan yang paling buruk. Ini menyakitkan, ini melukai saya," komentar Shearer seusai pertandingan seperti dikutip YahooSports.
Shearer barangkali bukan orang yang paling bertanggungjawab atas kehancuran Newcastle. Legenda klub itu baru menjadi manajer di delapan pertandingan terakhir. Terlambat, barangkali; tetapi tidak cukup bagus jelas iya.
Dalam delapan pertandingan di tangan Shearer, Newcastle hanya sekali menang. Bahkan ketika saingan mereka, Hull City, tertinggal dari Manchester United, The Magpies tak sanggup bereaksi positif dan menyelamatkan nafas yang sudah di tenggorokan.
"Ini adalah pengalaman yang hebat untuk saya. Namun saya tak bisa mengeluh. Saya tidak bisa bilang kalau kami tidak beruntung. Kami turun karena kami tidak cukup bagus dalam 38 pertandingan," kata Shearer.
"Kami kebobolan terlalu banyak gol, juga mencetak (gol) terlalu sedikit. Itulah masalah kami sepanjang musim," imbuh debutan berusia 38 tahun tersebut.
Masalah tak cuma ada pada Shearer yang hijau. Komposisi Newcastle memang menyedihkan. Perubahan besar-besaran pun menjadi sesuatu yang tak terhindarkan bila Newcastle masih ingin kembali ke Liga Primer dua musim ke depan.
"Perubahan besar harus dilakukan di klub ini. Ada pemain-pemain yang harus keluar dan ada juga pemain-pemain yang harus didatangkan," tandas eks penyerang Sheffield Wednesday dan Blackburn Rovers itu.
Who is the Best?
CR7 atau MESSI ?
________________________________________
Mungkin thread ini sudah pernah di bahas tahun kemaren....
tapi saya masukkan dalam thread champion karena mereka bertemu lagi di final champion...
Dengan segala aspek kebutuhan, intelegensi tim, mental dan gengsi suatu club...CR7 dan Messi adalah 2 pemain yang bertalenta tinggi mempunyai skill individu khas yang berkarakter dan juga pemain yang sangat menentukan tim....tahun kmrn CR7 menjadi raja pemain terbaik eropa mengalahhkan rival2nya termasuk messi....
yang menarik kali ini adalah...tahun ini mereka bertemu lagi...dengan sama2 kondisi yang sangat fit, bermain dalam tempo tinggi, (klo dulu memang messi blom bermain pada puncaknya,mungkin karena banyak cidera yang menimpa) sama2 bermain di club yang di segani pula....banyak yang bilang ini adalah final ideal (memang benar) banyak pula yang bilang ini pertarungan antara CR7 dan Messi, melanjutkan opsi (2008/2009 pemain terbaik yang di raih CR7 kmrn)
saya berposting ria membicarakan kontribusi yang di berikan sekarang....(tanpa melihat kontribusi kontribusi yang diberikan tahun lalu)
menurut anda siapa yang terbaik antara messi atau CR7 (beserta alasannya) ?
CR7 atau MESSI ?
________________________________________
Mungkin thread ini sudah pernah di bahas tahun kemaren....
tapi saya masukkan dalam thread champion karena mereka bertemu lagi di final champion...
Dengan segala aspek kebutuhan, intelegensi tim, mental dan gengsi suatu club...CR7 dan Messi adalah 2 pemain yang bertalenta tinggi mempunyai skill individu khas yang berkarakter dan juga pemain yang sangat menentukan tim....tahun kmrn CR7 menjadi raja pemain terbaik eropa mengalahhkan rival2nya termasuk messi....
yang menarik kali ini adalah...tahun ini mereka bertemu lagi...dengan sama2 kondisi yang sangat fit, bermain dalam tempo tinggi, (klo dulu memang messi blom bermain pada puncaknya,mungkin karena banyak cidera yang menimpa) sama2 bermain di club yang di segani pula....banyak yang bilang ini adalah final ideal (memang benar) banyak pula yang bilang ini pertarungan antara CR7 dan Messi, melanjutkan opsi (2008/2009 pemain terbaik yang di raih CR7 kmrn)
saya berposting ria membicarakan kontribusi yang di berikan sekarang....(tanpa melihat kontribusi kontribusi yang diberikan tahun lalu)
menurut anda siapa yang terbaik antara messi atau CR7 (beserta alasannya) ?
Top Scorer

Kalahkan CR7, Anelka Gondol Sepatu Emas
Reuters
Jakarta - Nicolas Anjavascript:void(0)elka mengukuhkan dirinya sebagai top skorer Liga Inggris musim kompetisi 2008/09. Sumbangan satu golnya saat Chelsea menang 3-2 atas Sunderland membawa striker Prancis itu mengungguli Cristiano Ronaldo dengan selisih satu gol.
Anelka mencetak gol yang kemudian menjadi penentu gelar top skorer buatnya dengan cara berkelas. Dia menggiring bola sejauh 40 meter sebelum melepaskan tembakan keras yang membuat Chelsea sempat unggul 2-0 di awal babak kedua.
Tambahan satu gol tersebut membuat total gol Anelka di Liga Inggris sepanjang musim ini berjumlah 19. Dia mengungguli Ronaldo yang hingga pekan penutupan Premier League semalam sudah membukukan 18 gol, CR7 tak diturunkan Sir Alex Ferguson saat Manchester United menundukkan Hull City 1-0 malam tadi.
Keberhasilan Anelka menjadi top skorer Premiership sekaligus mensuksesi Ronaldo yang tahun lalu meraih status tersebut. Musim lalu, winger Portugal itu bahkan jauh lebih subur dengan jumlah gol yang dibuat sepanjang musim mencapai jumlah 31.
Duduk di posisi tiga daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris adalah Steven Gerrard yang sudah menyumbang 16 gol buat Liverpool. Di belakang Gerrard menguntit striker Manchester City, Robinho dengan 14 gol.
Senin, 25 Mei 2009
Neville
Neville Three Lions Lagi
Reuters
Manchester - Jarang jadi pilihan utama di Manchester United dan sudah lama tak memperkuat timnas, Gary Neville secara mengejutkan dipanggil Fabio Capello untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2010. Don Fabio juga memanggil kembali Paul Robinson.
Neville yang tahun ini menginjak usia 34 tahun bahkan sudah terhitung jarang dimainkan sebagai starter oleh Sir Alex Ferguson di Manchester United. Selain faktor usia, Neville sepanjang musim ini juga kerap dibekap cedera yang membuat performanya jauh dari maksimal.
Namun hal tersebut tak menghalangi Capello untuk memanggil Neville kembali masuk timnas. Pesepakbola yang terakhir tampil membela Inggris saat menghadapi Spanyol dua tahun lalui itu diberi kesempatan untuk menambah jumlah capsnya yang sudah berjumlah 85.
Juga kembali masuk skuad timnas adalah kiper Blackburn Rovers, Paul Robinson. Akibat penampilan yang sangat tidak konsisten dan kerap membuat blunder, Robinson juga sudah absen membela Inggris sejak tahun 2007. Pertandingan terakhir mantan pemain Tottenham Hotspur itu adalah saat menghadapi Rusia di Kualifikasi Euro 2008.
Pemanggilan Robinson terkait krisis kiper yang dialami Inggris jelang laga dengan Kazakhstan dan Andorra pekan depan. Kiper nomor satu David James mengalami cedera, sementara Ben Foster baru menjalani operasi dan belum pulih benar untuk bisa dimainkan.
Juga diberi kesempatan untuk menambah jumlah capsnya adalah gelandang LA Galaxy yang kini merumputr bersama AC Milan, David Beckham. Sementara pemain lain yang masuk dalam daftar absen adalah Phil Jagielka (Everton) dan Stewart Downing (Middlesbrough).
Capello juga berharap tak ada lagi pemain Manchester United dan Chelsea yang cedera mengingat dua klub tersebut masih akan melakukan pertandingan bergengsi. The Red Devils akan menantang Barcelona di final Liga Champions, sementara The Blues menghadapi Everton di final Piala FA.
Skuad Inggris untuk Kualifikasi Piala Dunia
Rob Green (West Ham), Paul Robinson (Blackburn Rovers), Scott Carson (West Bromwich Albion)
Wayne Bridge (Manchester City), Ashley Cole (Chelsea), Rio Ferdinand (Manchester United), Glen Johnson (Portsmouth), Joleon Lescott (Everton), Gary Neville (Manchester United), John Terry (Chelsea), Matthew Upson (West Ham)
Gareth Barry (Aston Villa), David Beckham (AC Milan), Michael Carrick (Manchester United), Steven Gerrard (Liverpool), Frank Lampard (Chelsea), Theo Walcott (Arsenal), Shaun Wright-Phillips (Manchester City), Ashley Young (Aston Villa)
Carlton Cole (West Ham), Peter Crouch (Portsmouth), Jermain Defoe (Tottenham Hotspur), Emile Heskey (Aston Villa), Wayne Rooney (Manchester United).
Maldini
Sesuatu itu Bernama Maldini
Maldini (AFP)
Jakarta - Hari itu, 20 Januari 1985, seorang remaja berusia 16 tahun memulai karirnya sebagai pemain bola di Stadio Friuli, kandang Udinese. Pada 24 Mei 2009, puluhan ribu orang yang datang ke San Siro akan mengerti bahwa mulai sekarang mereka akan kehilangan seseorang, juga merindukan sesuatu: Paolo Maldini, "La Bandiera della Milan".
Ya, Paolo Maldini bukan hanya "seseorang", ia juga "sesuatu". Sebagai "seseorang", Maldini adalah seorang pemain besar, seorang legenda. Sebagai "sesuatu", Maldini adalah suatu etik, suatu etos juga suatu simbol.
Sebagai seseorang, Maldini adalah pemain dengan sederet prestasi yang sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya sebagai legenda. Ia sudah 7 kali juara Liga Italia, 5 kali juara Liga Champions, 1 satu juara Copa Italia, 5 kali juara Super Copa Italia, 2 kali Piala Toyota (Piala Interkontinental), 1 kali juara dunia antar klub. Sudah lebih dari seribu pertandingan dijalani sebagai pemain profesional, baik di level klub maupun tim nasional.
Tapi itu hanya statistik dan -- seperti kata Tolstoy -- angka hanya mengungkapkan sebagian cerita.
Maldini, pemilik gelar Ufficiale Ordine al Merito della Repubblica Italiana, barangkali adalah peletak-dasar dari bek sayap yang bukan cuma tangguh bertahan, tapi juga piawai menyisir garis pertahanan lawan. Brazil sudah lama memperkenalkannya, tapi di Eropa, barangkali Maldini-lah yang memperkenalkan secara sempurna.
Ia diberkahi fisik yang kokoh, keseimbangan yang ideal, kecepatan yang memadai, juga kecerdasan membaca permainan di atas rata-rata. Faktor terakhir itulah yang membuatnya tak kesulitan memainkan peran sebagai center-back. Di awal karirnya, Maldini bahkan sempat mencicipi posisi sebagai bek kanan dan gelandang bertahan. Sergio Batastini, pemain yang ia gantikan dalam debutnya 24 tahun silam, adalah seorang gelandang bertahan.
Saat stamina dan fisiknya mulai mengendur seiring bertambahnya usia, maka skill, pengalaman, sederet gelar, dan nama besar itulah yang membuatnya tetap mampu mengawal pertahanan Milan. Kolomnis olahraga The Star, Cathal Kelly, menulis: "Saat seorang striker muda berlari menuju gawang Milan dan lantas melihat Maldini berdiri di hadapannya, maka ia akan nervous dengan sendirinya, dan mungkin akan memilih mengoper bola pada rekannya."
Hanya pemain yang dalam dirinya sendiri melekat sebuah simbol sajalah hal itu bisa terjadi. Ya, Maldini adalah simbol dari dekade-dekade kegemilangan AC Milan, "La Bandiera della Milan".
Setelah sembilan tahun tak pernah jadi juara Liga Italia (terakhir 1979), Milan akhirnya kembali jadi juara pada musim 1987-1988. Maldini ketika itu baru berusia 19 tahun. Ia masih junior ketika itu, mungkin perhatian publik juga belum mengarah padanya, tapi pada Marco van Basten, Gullit, Frank Rijkard, Fanco Baresi hingga Carlo Ancelotti. Tapi itu hanya soal waktu.
Setelah nama-nama besar itu pergi, Maldini tetap di sini. George Weah, Dejan Savicevic, Zvonimir Boban, Roberto Baggio, Alessandro Nesta atau Ricardo Kaka lantas datang, Maldini tetap bermain di lini belakang. Ia satu-satunya pemain Milan yang mencicipi gelar Juara Liga Champions Eropa dalam tiga dekade yang berbeda (1989; 1990, 1994, 2003, 2007). "Maldini the fulcrum of Milan generation game," tulis Richard William dalam kolomnya di The Guardian.
Tapi Maldini bukan hanya La Bandiera della Milan, ia adalah suatu etik, suatu etos: tentang bagaimana seorang atlet seharusnya memperlakukan tubuhnya, memelihara semangatnya, dan menjaga kehidupannya.
Tak pernah sekali pun ia berniat pindah klub, bahkan kendati banyak klub dulu bersedia menggajinya dengan angka yang sungguh menggoda. Ia juga jarang sekali digosipkan, jarang tertangkap tangan mabuk-mabukan, bahkan kendati ia sebenarnya seorang DJ. Nyaris tak pernah ia berpaling pada perempuan selain istrinya, bahkan walaupun ia seorang model yang pernah membuat seorang Giorgio Armani frustasi. Ia fokus, selalu fokus, pada karirnya sebagai pemain bola, dengan berlatih dan berlatih. Seluruh hidupnya hanya untuk itu.
Hasilnya adalah kombinasi atletisime fisikal dengan stilistika seorang model. Tackling-nya seringkali terasa lembut, sentuhannya halus. Semuanya terasa makin dandy karena ia selalu tampil dengan wajah yang penuh senyum, rambut yang klimis. Ibarat parfum, ia adalah aroma khas Italia dalam kerasnya dunia sepakbola.
Tapi Anda tak bisa menilainya sebagai Marcello Mastroianni yang di-remake oleh La Dolce Vita. Ia tetaplah Maldini, seorang lelaki yang hidupnya hanya untuk sepakbola.
Hanya dengan karakter macam itulah Maldini bisa merengkuh semua capaian yang kelak semua pemain bola akan iri kepadanya. Dengan semua itu pula semua penggemar sepakbola akan merindukannya tiap kali membaca berita ada seorang superstar bola kedapatan mabuk-mabukan dan telat datang ke tempat latihan.
Jika para pemain Milan atau AS Roma yang tampil di laga terakhir Maldini atau juga para penonton yang hadir di San Siro ditanyai komentarnya ihwal Maldini, mungkin akan banyak yang menjawab dengan kata-kata yang pernah dituliskan Shakespeare dalam naskah Much Ado about Nothing pada bagian 3 adegan 5: "A good old man, Sir!"
Maldini adalah "seseorang" sekaligus "sesuatu"
